Mulut

Assalamu’alaikum Wr.Wb.,

Seorang anggota DPR yang terhormat tidak mengetahui bahwa mulut dan tinju mempunyai “hubungan dekat”. Gara-gara berpendapat “vocal” dalam acara fit and proper test calon Panglima ABRI, ia mendapat “kadeudeuh” bogem mentah yang “mendarat” di wajahnya.

Mulutmu adalah harimaumu, begitu peribahasa mengingatkan kepada kita untuk selalu berhati-hati dengan mulut kita. Tentu saja tidak berarti bahwa kalau mulut lancang lalu setiap orang boleh melayangkan pukulan ke mulut kita. Yang paling penting adalah kita berhati-hati dengan mulut.

Konon, kalau manusia dipreteli (baca : dilucuti), maka yang tertinggal cuma mulut dan hati. Dalam perjalanan menuju kantor, saya beruntung mendengarkan kutbah pasca subuh dari seorang ustadz. Sembari mengutip hadits sahih yang saya sudah lupa, ustadz menjelaskan hubungan antara mulut dan hati dapat diformulasikan sebagai berikut :

Mulut orang yang bertakwa dan berakhlak mulia terletak di belakang hatinya. Artinya, orang yang bertakwa dan berakhlak mulia mempunyai hati yang mampu menjadi ”filter” untuk men-screening apa saja yang akan diucapkan oleh mulut. Ringkas kata, orang yang bertakwa dan berakhlak mulia, hatinya mampu menjaga mulutnya.

Mulut orang yang tidak bertakwa dan juga tidak berakhlak mulia terletak di muka hatinya. Tanpa dijelaskan panjang lebar anda juga sudah mengerti. Tidak ada yang berfungsi untuk menjadi filter bagi mulut.

Jangan kaget kalau dalam kehidupan sehari-hari menemukan orang yang letak mulut dan hatinya terbalik-balik. Sangat menyedihkan memang, orang-orang yang sepatutnya kita hormati dan muliakan di tempat terhormat, letak mulutnya di depan hatinya.

Pamulang, 12 Pebruari 2006.

Wassalam,

Wisanggeni

Add a Comment





Lilypie 4th Birthday Ticker